Melihat kondisi bayi yang mengkhawatirkan, tim SAR langsung bergerak tanpa menunggu. Selimut darurat atau blanket emergency segera dibalutkan mengelilingi tubuh mungil sang bayi, mengurung sisa-sisa panas tubuh yang hampir habis terkuras oleh udara pegunungan.
Tangan-tangan terlatih itu bekerja cepat dan tenang, berbanding terbalik dengan situasi kacau di sekelilingnya.
Kehangatan perlahan kembali. Tangis mereda. Tubuh kecil itu mulai stabil. Setelah ditenangkan dan diberikan kehangatan tambahan, bayi tersebut langsung dibawa turun bersama orangtuanya menuju basecamp.
Namun detik-detik menegangkan di Pos 4 itu tidak terhapus begitu saja. Bayangan bayi yang menangis kedinginan sementara orang tuanya bertengkar telah terlanjur meninggalkan luka di benak siapa pun yang menyaksikannya.