Detik-Detik Bayi 1,5 Tahun Alami Hipotermia di Gunung Ungaran, Menangis Kedinginan Dibalut Aluminium Foil

Muhammad Sukardi
Bayi berusia 1,5 tahun mengalami hipotermia di Gunung Ungaran Semarang. (Foto: X)

Tubuh kecil sang bayi berjuang keras melawan dingin yang terus merayap.

Tibalah rombongan di Pos 4, titik yang menjadi saksi bisu drama paling mencekam hari itu. Alih-alih kompak, pasangan suami-istri tersebut justru terlibat perselisihan. Sang suami bersikeras ingin melanjutkan pendakian hingga ke puncak, sementara sang istri meminta untuk segera turun kembali ke basecamp.

Di tengah pertengkaran yang memanas itu, sang bayi tidak bisa menunggu. Di tengah perdebatan orang tuanya, sang bayi mulai rewel dan menangis terus-menerus. Saat itu, cuaca di ketinggian memang terasa sangat dingin.

Tangisan bayi itu bukan sekadar rengekan biasa. Itu adalah sinyal tubuh yang mulai menyerah pada dingin. Pada bayi, hipotermia dapat ditandai dengan kulit yang terasa dingin dan terlihat kemerahan, serta tubuh yang lemas dan tidak mau menyusu atau makan. Tanda-tanda itu mulai tampak nyata.

Tim SAR Hadir, Selimut Darurat Mengepung Tubuh Mungil

Di saat yang kritis itulah, keberuntungan berpihak pada sang bayi. Ada anggota SAR yang sedang melakukan kegiatan SMR di sekitar lokasi. 

Melihat kondisi bayi yang mengkhawatirkan, tim SAR langsung bergerak tanpa menunggu. Selimut darurat atau blanket emergency segera dibalutkan mengelilingi tubuh mungil sang bayi, mengurung sisa-sisa panas tubuh yang hampir habis terkuras oleh udara pegunungan.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kronologi Lengkap Bayi 1,5 Tahun Hipotermia di Gunung Ungaran usai Diajak Orang Tua Mendaki

57 tahun lalu

Tragis! Bayi 1,5 Tahun Alami Hipotermia gegara Diajak Orang Tuanya Naik Gunung Ungaran

57 tahun lalu

Dramatis! SAR Evakuasi Bayi 1,5 Tahun Hipotermia di Gunung Ungaran, Begini Kondisinya

57 tahun lalu

Viral Sarwendah Sibuk Promo Membership di Video Minta Maaf, Netizen Murka! 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal