Demokrat: Kami Tidak Pernah Mengincar Kursi Menteri

Felldy Aslya Utama
Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan. (Foto: iNews.id/Felldy Utama).

"Jadi kita tiga itu saja yang menjadi persoalan. Chemistry-nya cocok atau tidak, ada kebersamaan atau tidak, dan ketiga kita nyaman atau tidak di dalam," katanya.

Partai Demokrat memutuskan untuk bergabung dengan pemerintahan Jokowi. Keputusan itu diambil setelah 40 hari masa berkabung atas meninggalnya Ani Yudhoyono.

Keputusan itu dilontarkan Ketua Ketua Divisi Komunikasi dan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean.

"Jadi kalau ditanya ke mana arah politik Demokrat, ya memperkuat Pemerintahan Jokowi. Namun sikap tersebut kita kembalikan pada Pak Jokowi karena Pak Jokowi pemegang haknya, beliau lah yang diamanatkan oleh konstitusi sebagai pemegang hak prerogatif," ujar Ferdinand, di Jakarta, Senin (12/8/2019).

Syarief mengakui pembicaraan soal sikap partai sudah dibahas oleh masing-masing kader partai. Bahkan, dia menyebut mayoritas kader mendukung partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini bergabung ke dalam koalisi pemerintah.

"Memang mayoritas memang ya sih ingin ya bergabung. (Tapi) keputusan partai kalau resmi itu majelis tinggi gitu loh. Dan nanti akan disampaikan secara resmi," kata dia.

Editor : Zen Teguh
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Demokrat Jakarta Tindak Lanjuti Instruksi AHY, Salurkan 2.000 Paket Daging Kurban

57 tahun lalu

Partai Demokrat Kurbankan 63 Ekor Sapi, Ada Milik SBY hingga AHY

57 tahun lalu

Partai Demokrat AS Tak Percaya Konflik Iran Sudah Selesai: Kita Diseret ke Perang Panjang

57 tahun lalu

Demokrat Tak Setuju Usulan KPK soal Ketum Parpol Maksimal 2 Periode, Ini Alasannya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal