Delik RCTI: Terbius Pembalut Rebus

RCTI
Sejumlah remaja di beberapa daerah di Jawa Tengah mengonsumsi air rebusan pembalut untuk mendapatkan efek mabuk. (Foto: RCTI).

JAKARTA, iNews.id - Fenomena penyimpangan perilaku remaja berupa mabuk dengan mengonsumsi air rebusan pembalut wanita akhir–akhir ini cukup menjadi perhatian publik. Fakta ini kembali terungkap dari kehidupan jalanan di kota-kota di Jawa Tengah seperti Kudus, Jepara, Rembang dan Purwodadi.

Sangat aneh, mereka merebus pembalut wanita dan mengonsumsi air rebusannya hanya untuk mabuk. Rata-rata penggunanya berusia 13 sampai 16 tahun dan dari keluarga kurang mampu. Mereka mengonsumsi air rebusan pembalut karena berefek memabukkan seperti narkotika.

Tak ada akal sehat yang digunakan. Apapun alasannya, mabuk tentu menjadi aktivitas yang mempunyai pandangan negatif, apalagi menggunakan bahan–bahan yang tidak lazim.

Faktanya, seseorang mampu mencapai euforia mabuk dengan berbagai macam cara. Jauh sebelumnya, publik juga sering disuguhkan fakta bagaimana anak–anak jalanan mabuk dengan meggunakan lem. Bahkan kini mabuk lem atau nge-lem masih sering dijumpai di sudut-sudut jalan kota. Kesenangan-kesenangan yang diperoleh pun beragam, dari yang biasa disebut nge-fly, berhalusinasi, hingga tidak sadarkan diri.

Dalam kasus di Jawa Tengah belakangan ini, di dalam pembalut wanita terkandung zat kimia berbahaya seperti Octachlorodibenzodioxin (OCDD), Hexachlordibenzofuran (HXCDF) dan Octachlorodibenzofuran atau (OCDF).

Editor : Zen Teguh
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Bareskrim Gagalkan Penyelundupan 5 Kg Ganja Bermodus Paket Mi Instan

57 tahun lalu

BNN Usul Tambahan Anggaran Rp5 Triliun ke DPR: Jika Tak Disetujui Kami Berpotensi Lumpuh

57 tahun lalu

Bareskrim Bongkar Sindikat Narkoba yang Dikendalikan Napi, Sabu Diselundupkan ke Dalam Speaker

57 tahun lalu

Polisi Tangkap 3 Pelaku Curanmor di Jaksel, Sita Pil Diduga Ekstasi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal