Ia menambahkan, praktik serupa telah diterapkan di berbagai negara. Klub besar seperti FC Barcelona dan Real Madrid memiliki model kepemilikan berbasis anggota yang menyerupai prinsip koperasi.
Dalam sosialisasi ini, Deva juga menegaskan tarif layanan LPDB lebih terjangkau dibanding perbankan, tanpa biaya administrasi, provisi, maupun penalti pelunasan.
"Kami lebih terjangkau, bisa untuk modal kerja lima tahun dan investasi hingga sepuluh tahun. Di LPDB tidak ada biaya admin, provisi, maupun penalti pelunasan dipercepat. Namun tetap harus ada agunan," katanya.
Sementara itu, Perwakilan Perkumpulan Suporter yakni Sekretaris Umum Perkumpulan Pengurus Pusat (PP) The Jak Mania Muhammad Aditya Putra mengucapkan terima kasih atas inisiatif LPDB Koperasi mengajak perkumpulan suporter untuk mengembangkan bisnis melalui koperasi.
"Karena memang potensi untuk pengembangan ekonomi di lingkup suporter cukup besar. Sudah seharusnya ini di-guide oleh pemerintah melalui LPDB Koperasi dan kami sangat menyambut," ujar Aditya.