Satu hari berselang, Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden Indonesia, menetapkan Hari Berkabung Nasional dan darurat kemanusiaan serta bakti sosial selama tiga hari, terhitung dari 27-29 Desember 2004.
Bukan hanya di Indonesia, sejumlah negara sekitar Samudra Hindia pun terkena dampak gempa dan tsunami itu. Bahkan, dahsyatnya getaran gempa tersebut dirasakan sampai Somalia, Afrika Timur, yang berjarak 6.000 kilometer dari Samudra Hindia.
Namun, kawasan yang paling parah terkena imbasnya adalah Asia Tenggara dan Asia Selatan. Di Thailand, gelombang setinggi 10 meter menerjang lima provinsi yang terletak di sepanjang pesisir selatan, yaitu Songkhla, Phuket, Krabi, Phang Nga, dan Surat Thani.
Yang lebih memprihatinkan lagi adalah kondisi di daerah pesisir India dan Sri Lanka. Sejumlah bangunan hancur dan terendam, sedangkan korban tewas tersangkut tampak berserakan di mana-mana.
Korban meninggal di India sedikitnya 6.280 orang, Thailand 2.000 orang, Somalia 100 orang, Malaysia 51 orang, Myanmar 56 orang, dan Maladewa 100 orang. Diperkirakan jumlah keseluruhan korban dari berbagai negara termasuk Indonesia yang terkena dampak gempa dan tsunami tersebut mencapai 230.000 jiwa.