TNI hanya perlu ikut dalam pembinaan negara bukan untuk mendominasi atau memonopoli kekuasaan.
Doktrin Dwi Fungsi ABRI yang diterapkan pada masa kepemimpinan Presiden Soeharto berangkat dari gagasan yang diungkapkan oleh A.H Nasution, yang disebut konsep jalan tengah.
Konsep jalan tengah merupakan konsep yang dibicarakan oleh Nasution bahwa militer itu seharusnya tidak hanya sebagai alat pertahanan negara, namun juga ia harus mampu untuk ikut dalam proses pengambilan keputusan untuk menentukan suatu kebijakan politik (Nasution, 1971: 19).
Penelitian ini dilakukan dalam rangka untuk mengetahui pemikiran-pemikiran AH Nasution yang beliau tuangkan melalui karya-karyanya serta kemudian penulis menghubungkan dengan saat ini dimana militer sudah tidak lagi campur tangan terhadap urusan politik. Lalu, masih relevankah pemikiran A.H. Nasution dimasa reformasi ini yang menghendaki militer untuk kembali ke barak.
Metode Penelitian
Latar penelitian ini adalah teks yang terdapat dalam buku Memenuhi Panggilan Tugas Jilid V. Dari lima jilid memoar yang ditulis oleh A.H. Nasution. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan hermeneutika. Fokus penelitian ini adalah mengidentifikasi pemikiran politik dan militer dari A.H. Nasution dalam buku Memenuhi Panggilan Tugas Jilid V.
Sumber data penelitian ini dibagi menjadi sumber primer yaitu buku A.H. Nasution yang berjudul Memenuhi Panggilan Tugas Jilid V dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data penelitian dilakukan dengan melakukan teknik pengumpulan dokumentasi.