Cerita Warga yang Harus Pindah Rumah Berkali-kali gegara Penurunan Muka Tanah

Jonathan Simanjuntak
Narwi, Warga di Kampung Bungin, Bekasi

"Yang namanya cemas itu biasa, karena kebiasaan yang namanya kebanjiran, apa kekeringan biasa. Saya terus terang saja, kami minta diperhatikan oleh Pemerintah, bahasa kita itu di dum, pinggirannya (daratan) dikasih batu-batu yang segi empat, sudah beres itu," ucap dia.

Penurunan Muka Tanah di Kampung Bungin, Bekasi


Tak hanya Narwi, penurunan muka tanah juga dirasakan oleh warga lainnya, yakni Nawan Hermawan. Ia mengaku setiap tahun lokasi tempat tinggalnya selalu habis dilahap air laut. Apalagi banjir rob semakin mengikis daratan di sana.

"Jadi kalau banjir rob, air itu kan menghantam tanah (daratan), lama-lama terkikis itu tanahnya, makanya lama-lama kemari (air mendekat)," ujar Nawan.

Nawan tak merinci luas total daratan yang sudah menjadi laut tersebut. Ia memperkirakan ada ratusan jiwa yang harus pindah karena tempat mereka tak bisa dihuni.

"Sejak tahun 2005, jadi kira-kira 17 tahun itu daratan sudah berkurang satu kilometer," ucap dia.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
Megapolitan
2 hari lalu

Terungkap! 2 Eksekutor Penyiraman Air Keras Pria di Bekasi Dibayar Rp9 Juta

Megapolitan
2 hari lalu

Polisi: Motif Penyiraman Air Keras Pria di Bekasi Dendam, Pelaku Sakit Hati

Megapolitan
2 hari lalu

Pelaku Penyiraman Air Keras Pria di Bekasi Ternyata 3 Orang, Apa Motifnya?

Megapolitan
2 hari lalu

Bertambah, Korban Kebakaran SPBE Cimuning Bekasi Jadi 18 Orang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal