Cerita Warga yang Harus Pindah Rumah Berkali-kali gegara Penurunan Muka Tanah

Jonathan Simanjuntak
Narwi, Warga di Kampung Bungin, Bekasi

"Paling masyarakat sini, kalau ada perahu lagi ambil udang paling gurau saja, tuh perahu itu dulu rumah saya," kata dia.

Sudah jelas dampak penurunan muka tanah dan semakin dekatnya air laut turut dirasakan warga Kampung Bungin. Apalagi, mata pencaharian terbesar di Kampung ini berasal dari kekayaan lautan.

Hal ini terlihat dari air laut yang semakin mendekat ke daratan. Apalagi kapal-kapal nelayan harus terhambat melintas untuk sekadar mencari nafkah 

"Nelayan di sini kan dijualin hasil lautnya. Dulu itu bisa dari jam 9 pagi kan turun (ke laut), sekarang baru jam-jam 12 siang nunggu pasang air laut, otomatis hasilnya berkurang juga," tutur Narwi.

Uniknya, menurut Narwi kecemasan warga akan ancaman tenggelamnya kawasan tersebut dianggap biasa. Padahal, Narwi menilai air laut yang terus mengikis daratan dapat ditahan.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
Megapolitan
2 hari lalu

Terungkap! 2 Eksekutor Penyiraman Air Keras Pria di Bekasi Dibayar Rp9 Juta

Megapolitan
2 hari lalu

Polisi: Motif Penyiraman Air Keras Pria di Bekasi Dendam, Pelaku Sakit Hati

Megapolitan
2 hari lalu

Pelaku Penyiraman Air Keras Pria di Bekasi Ternyata 3 Orang, Apa Motifnya?

Megapolitan
2 hari lalu

Bertambah, Korban Kebakaran SPBE Cimuning Bekasi Jadi 18 Orang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal