"Sekitar 15 menit kemudian air mulai surut dan warga lainnya datang bersama-sama mengungsi ke Balai Desa," ujar Susilowati dalam keterangan yang diterima, Kamis (29/8/2024).
Cerita berbeda disampaikan oleh Yeni. Saat tsunami masih berusia 11 tahun dan tinggal bersama paman dan tantenya. Pada terjangan tsunami waktu itu, dia diselamatkan oleh pamannya yang saat itu belum tidur.
Yeni selamat karena berpegangan pada material rumah yang saat itu ikut hanyut, kemudian ketika mengikuti arus, dirinya tersangkut sehingga dapat bertahan hingga air surut.
Sementara itu Eko yang juga salah satu korban selamat, mengatakan rumahnya terhantam ombak dua kali, hantaman pertama rumah masih bisa bertahan namun sudah banyak kerusakan, hantaman kedua langsung meluluhlantahkan rumah. Setelah itu dirinya berenang mengikuti arus air dan menyangkut di kayu serta jerigen yang cukup besar yang dapat menyebabkan dirinya mengapung.
Berdasarkan cerita pengalaman dari beberapa warga yang selamat, ada hal-hal yang dapat dijadikan pembelajaran dan bekal bagi masyarakat.