Cerita Saksi Hidup Gempa dan Tsunami Banyuwangi 1994, Terseret Arus hingga Panjat Pohon

Binti Mufarida
BNPB mengadakan kegiatan Refleksi Gempa Tsunami 1994 Kabupaten Banyuwangi. (Foto BNPB).

"Sekitar 15 menit kemudian air mulai surut dan warga lainnya datang bersama-sama mengungsi ke Balai Desa," ujar Susilowati dalam keterangan yang diterima, Kamis (29/8/2024).

Cerita berbeda disampaikan oleh Yeni. Saat tsunami masih berusia 11 tahun dan tinggal bersama paman dan tantenya. Pada terjangan tsunami waktu itu, dia diselamatkan oleh pamannya yang saat itu belum tidur. 

Yeni selamat karena berpegangan pada material rumah yang saat itu ikut hanyut, kemudian ketika mengikuti arus, dirinya tersangkut sehingga dapat bertahan hingga air surut.

Sementara itu Eko yang juga salah satu korban selamat, mengatakan rumahnya terhantam ombak dua kali, hantaman pertama rumah masih bisa bertahan namun sudah banyak kerusakan, hantaman kedua langsung meluluhlantahkan rumah. Setelah itu dirinya berenang mengikuti arus air dan menyangkut di kayu serta jerigen yang cukup besar yang dapat menyebabkan dirinya mengapung.

Berdasarkan cerita pengalaman dari beberapa warga yang selamat, ada hal-hal yang dapat dijadikan pembelajaran dan bekal bagi masyarakat.

Editor : Faieq Hidayat
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Meteor yang Tabrak Atmosfer Bumi Picu Dentuman dan "Gempa" di AS Ternyata Seukuran Gajah

57 tahun lalu

Gempa M5,4 Guncang Sarmi Papua Pagi Ini, Tak Berpotensi Tsunami

57 tahun lalu

BNPB: Cuaca Ekstrem Picu Banjir dan Angin Kencang di Sejumlah Wilayah

57 tahun lalu

BNPB: 40 Rumah Rusak akibat Angin Kencang di Ciputat Tangsel

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal