Diketahui, sebelumnya acara deklarasi Ganjar-Mahfud di Vancouver ini merupakan pencanangan Warung Demokrasi yang awalnya diinisiasi sebagai Warung Mas Ganjar oleh para relawan secara serentak sebulan yang lalu di Toronto, Kanada dan Atlanta, Amerika Serikat.
Adapun perubahan tersebut, selain untuk bersiap-siap menyambut masa kampanye pada November 28 yang akan datang, juga karena keprihatinan para warga akibat keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang dianggap penuh kepentingan politik.
”Ketika kami usulkan ke rekan-rekan di seluruh dunia untuk mentransformasikan platform bersama ini menjadi Warung Demokrasi, rekan-rekan langsung setuju. Kami juga hari ini sepakat memakai hitam-hitam sebagai pertanda bahwa demokrasi di Indonesia dalam kondisi kritis,” kata Robert.
Robert berpendapat, Warung Demokrasi bertujuan untuk menyampaikan pesan sosok Ganjar bukan hanya didukung penuh di Indonesia saja, namun juga di mancanegara. Dia juga menyerukan ajakan ke seluruh pendukung Ganjar di berbagai belahan dunia untuk menyelenggarakan kegiatan serupa sampai awal Februari nanti.
"Pemilu kali sangat krusial karena yang dilawan oligarki. Lemungkinan terjadi kecurangan dan post truth, hal yang tidak pernah kita pikirkan sejak reformasi. Karena itu, selain mengajak untuk memenangkan Ganjar-Mahfud di daerah asal kita masing-masing, kita juga harus mengawal suara kita di TPS, sampai penghitungan," ucapnya.
Tercatat, sampai saat ini Warung Mas Ganjar telah terselenggara di lebih dari 50 titik di seluruh dunia. Bahkan sampai di Borobudur Marathon yang diikuti Atikoh Ganjar pada 19 November lalu.