Cerita Mengagetkan Yasonna tentang Maria Lumowa, Presiden Serbia Sampai Ikut Bicara

Irfan Ma'ruf
Riezky Maulana
Menkumham Yasonna H Laoly sukses mengekstradisi Pembobol Bank Rp1, 7 Triliun, Maria Pauline Lumowa dalam kunjungan ke Serbia. (Foto: Istimewa)

Pemerintah Indonesia tak tinggal diam. Berbagai upaya untuk meringkus direktur Gramarindo itu dilakukan. Salah satunya menerbitkan red notice.

Kemana Maria? Belakangan diketahui dia tinggal di Belanda. Di negara itu pula dia memperoleh kewarganegaraan. Maria terdeteksi kerap melakukan perjalanan bolak-balik Singapura-Belanda. Manuver Maria menanggalkan status WNI membuat Indonesia kesulitan untuk menjeratnya.

Indonesia tahu keberadaan Maria. Upaya untuk menangkap dan memulangkan pun dilakukan. Bukan cuma sekali, namun hingga dua kali.

Pada 29 April 2009 Indonesia mengajukan permintaan ekstradisi Maria kepada Pemerintah Belanda, namun ditolak. Pada 3 April 2014 Indonesia lagi-lagi meminta ekstradiksi. Jawaban Belanda sama, tak sudi menyerahkan Maria.

Indonesia dan Belanda memang tak memiliki perjanjian ekstradiksi. Tak heran Belanda tak bersedia menyerahkan warganya kepada negara lain. Alhasil, Maria tetap menikmati kebebasannya.

Ditangkap Interpol

Kisah pelarian Maria berakhir di Beograd, Serbia. Pada 16 Juli 2019 NCB-Interpol Beograd menangkapnya di Bandara Nikola Tesla. Sejak itu dia resmi berstatus tahanan.

Pemerintah Indonesia merespons cepat kabar penangkapan tersebut. Upaya pemulangan pun dilakukan. Akan halnya dengan Belanda, Serbia sejatinya juga tak memiliki perjanjian ekstradiksi dengan Indonesia. Namun, sejumlah faktor memuluskan upaya itu.

Proses ekstradisi Maria ke Indonesia berkat pendekatan high level yang dilakukan oleh Duta Besar RI untuk Republik Serbia dan Montenegro M Chandra Widya Yudha. Pemerintah Serbia mengabulkan permintaan Indonesia melalui Keputusan Menteri Kehakiman Serbia Nomor 713-01-02436/ 2019-08 tertanggal 6 April 2020.

Menurut Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly dikabulkannya permintaan Indonesia juga karena kedekatan histori hubungan bilateral antara RI dan Serbia yang telah terjalin sejak 66 tahun lalu.

Tak hanya itu, pemulangan Maria juga berkah dari asas resiprositas (timbal balik). Asal tahu, Indonesia sebelumnya mengabulkan permintaan Serbia untuk mengekstradisi pelaku pencurian data nasabah, Nikolo Iliev, pada 2015.

Editor : Zen Teguh
Artikel Terkait
12 jam lalu

Bos Pabrik Whip Pink Andi dan Jasen Hioe Ditahan Bareskrim usai Jadi Tersangka

5 hari lalu

Polisi Bongkar Peredaran Vape Narkoba di Jaktim, 3 Orang Ditetapkan Tersangka

17 hari lalu

Bareskrim Dukung Penuh Kortas Tipikor Usut Korupsi Batu Bara Rp5 Triliun Pemicu Blackout

19 hari lalu

Bareskrim: Aiptu Sumaryanto Ditemukan Gugur usai Hilang saat Gerebek Narkoba di Kalteng

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal