Benny Moerdani yang waktu berpangkat Mayor Jenderal berada di perahu paling depan sangat mudah pasukan elite Inggris menembaknya. Sniper Inggris siap membidik Benny, namun tidak juga dilepaskan tembakan. Akhirnya Benny dan pasukan lolos.
Benny pun menemukan jawabannya setelah 12 tahun kejadian menegangkan tersebut saat berkunjung ke Inggris pada tahun 1976 lalu. Uniknya, prajurit SAS masih ingat dengan wajah Benny.
Dalam pertemuan tersebut, Benny bertanya kenapa tidak jadi menembaknya saat peristiwa di Kalimantan Utara. Cerita ini ditulis dalam buku Benny Moerdani Jejak Perjuangan dan Dedikasi si Raja Intelijen yang dikutip, Kamis (6/1/2022).
Mereka menjelaskan kepada Benny, bahwa saat itu timnya harus menunggu datanganya Kapal Perang Queen Elisabeth. Menurut mereka, andai Benny langsung ditembak sehingga terjadi perang senjata, tentu kapal perang Inggris bisa terganggu perjalanannya.
Namun hingga semua tim Benny pergi, kapal perang Inggris ternyata tidak jadi melintas. Benny yang menyimak penjelasan berkomentar, jika ketika itu dirinya tertembak maka pasukan SAS telah berhasil menembak mati prajurit dengan pangkat tertinggi.