Supriyadi dan Susiati saling mengenal sejak 2021 saat pandemi Covid-19 masih berlangsung. Keduanya merupakan duda dan janda.
Supriyadi telah ditinggal wafat istrinya pada 2021, sementara Susiati berstatus janda sejak 2009. Mereka sama-sama menjalani pernikahan kedua.
Dari pernikahan sebelumnya, Supriyadi memiliki dua anak, sedangkan Susiati dikaruniai satu anak. Menurut Supriyadi, kecocokan jiwa dan kebiasaan menjadi faktor utama yang mendorong keduanya untuk melangkah ke jenjang pernikahan.
“Tidak mudah sampai di titik ini (nikah massal). Saya sempat mengalami trauma setelah istri meninggal. Tapi saya mantap menikah lagi karena ingin menjalankan perintah agama,” tuturnya.
Susiati menambahkan, pernikahan di usia lanjut bukanlah halangan untuk membina rumah tangga yang sakinah.