Dari sisi perlindungan sosial, bantuan sosial telah menjangkau 8,56 juta keluarga miskin atau 93,6 persen dari total sasaran, dengan 56,7 persen di antaranya menerima lebih dari satu program intervensi. Sementara pembangunan Sekolah Rakyat (SR) tahap II menyentuh angka 69.
Dari perspektif peningkatan ketahanan pangan, data Kementerian Pertanian menunjukkan Nilai Tukar Petani (NTP) di tahun 2025 mencapai angka 125,35 atau tertinggi sampai saat ini. Capaian tersebut didukung kestabilan harga gabah dan jagung, serta penegakan hukum untuk memastikan harga pasar sesuai HET yang ditetapkan Pemerintah.
Sementara itu, program pemberdayaan masyarakat juga terus diperluas, dengan lebih dari dua juta orang terlibat dalam program padat karya.
Di sektor ekonomi, akses pembiayaan bagi pelaku usaha terus diperkuat. Kemudian, sekitar dua juta debitur baru UMKM telah memperoleh akses permodalan, mendorong peningkatan produktivitas dan penciptaan lapangan kerja.
Selain itu, sebanyak 111 ribu pekerja migran telah difasilitasi penempatannya, serta 28 ribu keluarga mendapatkan pendampingan melalui program reformasi agraria.