Buruh Sebut Konflik AS-Israel dan Iran Picu Ancaman PHK di RI

Tangguh Yudha
Presiden Partai Buruh Said Iqbal mengatakan konflik AS-Israel dan Iran berdampak pada PHK karyawan. (Foto: Felldy Aslya Utama)

JAKARTA, iNews.id - Konflik geopolitik yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat dinilai mulai menekan sektor industri nasional. Tekanan ini terlihat dari kenaikan biaya energi, khususnya bahan bakar minyak (BBM) untuk kebutuhan industri dan berdampak pada pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan.

Menurut Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, lonjakan harga energi ini berpotensi meningkatkan biaya produksi perusahaan sehingga mendorong langkah efisiensi.

"PHK itu bukan lagi ancaman, tapi sudah di depan mata. Banyak perusahaan sudah memberi sinyal akan melakukan efisiensi," ujarnya sebagaimana dikutip dari keterangan resmi pada Selasa (7/4/2026).

Iqbal menjelaskan, tekanan biaya produksi akibat situasi global dapat mempersempit ruang gerak industri nasional, terutama sektor manufaktur yang sangat bergantung pada stabilitas harga energi. Kondisi tersebut dikhawatirkan akan berdampak langsung terhadap keberlangsungan tenaga kerja di berbagai sektor.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
Internasional
2 jam lalu

AS Blokade Selat Hormuz Mulai Hari Ini, Iran Beri Peringatan Keras 

Internasional
16 jam lalu

Negosiasi Damai Buntu, Israel Bersiap Gempur Iran Lagi

Nasional
19 jam lalu

Perundingan AS-Iran Gagal, Ma’ruf Amin: Kita Harus Siap Hadapi Dampak Apa Pun

Nasional
1 hari lalu

Jusuf Kalla, Makna Syahid, dan Pentingnya Menjaga Narasi Perdamaian

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal