"Saya menghormati kebebasan berkarya. Namun budaya Sunda dibangun dengan nilai silih asih, silih asah, silih asuh, yang mengajarkan penghormatan kepada sesama manusia," ujar Atalia saat dihubungi iNews.id, Jumat (3/7/2026).
Politisi Partai Golkar itu menegaskan, sebagai seorang perempuan dia merasa lirik lagu tersebut telah melecehkan dan merendahkan kaum wanita.
"Karena itu saya sangat marah dan kecewa ketika mendengar lirik lagu ini. Sebagai seorang perempuan, lagu ini mengandung unsur penghinaan dan dengan nyata merendahkan kaum perempuan," katanya.