Ahmad menjelaskan, Beras Haji Nusantara merupakan beras super premium yang diproduksi dari gabah segar hasil panen petani Indonesia. Produk ini diproses menggunakan mesin penggilingan modern dengan standar mutu tinggi, kadar air terjaga, tingkat pecahan rendah, serta telah melalui uji laboratorium dan memenuhi standar ekspor.
Bulog optimistis para importir di Makkah, Madinah, maupun Jeddah dapat menyerap beras dalam jumlah signifikan.
“Ini merupakan kebanggaan dan kehormatan bagi kami apabila Beras Haji Nusantara dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan jemaah haji. Harapan kami, langkah ini menjadi berkah bagi bangsa Indonesia sekaligus memperkuat posisi produk pangan nasional di pasar internasional,” tambahnya.
Langkah penjajakan pasar tersebut sejalan dengan target pemerintah untuk memulai ekspor beras premium ke Arab Saudi. Dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Bidang Pangan pekan lalu, pemerintah menetapkan rencana pengiriman awal sebanyak 2.280 ton beras premium pada minggu ketiga Februari 2026.
Pengiriman tahap awal itu ditujukan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jemaah haji tahun ini sekaligus menjadi langkah awal Indonesia memasuki rantai pasok pangan sektor haji dan umrah di Arab Saudi.