Breaking News: Gubernur BI Ungkap 2 Strategi Perkuat Nilai Tukar Rupiah

Aditya Pratama
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam konferensi pers di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Sabtu (6/6/2026). (Foto: iNews)

Kedua, bank sentrald dan pemerintah sama-sama akan menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang dan perbankan. Perry menyebut, BI akan tetap mengelola kas negara dengan peningkatan bunga yang dibayarkan BI kepada pemerintah.

"Dengan demikian, operasi moneter itu tetap berjalan untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah, sementara operasi fiskalnya juga mendukung," ucapnya.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah ditutup menguat pada akhir perdagangan Jumat (5/6/2026). Rupiah naik 13 poin atau sekitar 0,07 persen ke level Rp18.036 per dolar AS. 

Meski ditutup menguat, nilai tukar rupiah sudah berada di angka terendah sepanjang sejarah.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Rupiah Anjlok, Maskapai Penerbangan Masuk Survival Mode hingga Pangkas Rute Tak Efisien

57 tahun lalu

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Mensesneg: Fundamental Ekonomi Kita Kuat

57 tahun lalu

Rupiah Ambruk, Budiman Sudjatmiko: Bukan Berarti Ekonomi Bermasalah

57 tahun lalu

Clara Shinta Bantah Terima Uang Titipan Miliaran Rupiah, Klaim Punya Bukti!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal