BPOM Tegaskan Etilen Oksida Tak Terdeteksi di Mi Instan Rasa Soto Banjar Limau Kuit

Muhammad Sukardi
Ilustrasi Mi Instan mengandung etilen oksida. (Foto: Ilustrasi AI)

Hasil pengujian BPOM menunjukkan bahwa EtO dan 2-kloroetanol (2-CE) pada produk tersebut 'tidak terdeteksi', baik untuk parameter EtO (LoQ 0,003 mg/Kg) maupun 2-CE (LoQ 0,005 mg/Kg).

"Hasil pengujian BPOM menunjukkan bahwa produk tersebut memenuhi syarat batas maksimal EtO dan 2-CE di Indonesia, yaitu di bawah 0,01 mg/Kg dan jauh di bawah batas maksimal yang ditetapkan Taiwan FDA," tegas Kepala BPOM Taruna Ikrar, Kamis (18/9/2025). 

BPOM juga melakukan perluasan sampling dan pengujian terhadap produk yang beredar di Indonesia termasuk pada batch yang berbeda untuk memastikan keamanan produk. 

"Hasil pengujian menunjukkan hal yang sama, yaitu tidak terdeteksi baik EtO maupun 2-CE," ungkap Taruna.

Apa Itu Etilen Oksida? 

EtO merupakan senyawa berbentuk gas dan mudah menguap, pada umumnya digunakan sebagai pestisida. Reaksi antara EtO dengan ion klorida yang terkandung di dalam bahan lain, termasuk dalam pangan akan membentuk senyawa 2-CE yang merupakan penanda penggunaan EtO dalam produk.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
10 bulan lalu

Respons BPOM usai Taiwan Temukan Etilen Oksida di Mi Instan Indonesia

4 tahun lalu

Kasus Gagal Ginjal Akut, Ini Penjelasan Pakar tentang Etilen Glikol dan Dietilen Glikol 

4 tahun lalu

BPOM Awasi Peredaran, Etilen Glikol dan Dietilen Glikol Diduga juga Terdapat di Kosmetik

4 tahun lalu

Mengandung Etilen Glikol Melebihi Ambang Batas, 5 Obat Sirop Ditarik dari Peredaran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal