BPOM Cabut Izin dan Hentikan Produksi 11 Kosmetik Berbahaya

Niko Prayoga
Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) menemukan 11 kosmetik yang terbukti mengandung bahan berbahaya dan dilarang. (Foto: Ilustrasi/AI)

JAKARTA, iNews.id - Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) menemukan 11 kosmetik yang terbukti mengandung bahan berbahaya dan dilarang. Kasus tersebut ditemukan dalam pengawasan triwulan I tahun 2026.

Kepala BPOM, Taruna Ikrar mengatakan11 kosmetik itu diantaranya terdiri atas empat merek kosmetik hasil kontrak produksi, dua merek kosmetik lokal, dua merek kosmetik impor dan tiga merek kosmetik tanpa izin edar. Keseluruhan kosmetik tersebut dinyatakan tidak memenuhi standar keamanan berdasarkan uji laboratorium BPOM.

Sejumlah bahan berbahaya yang terkandung dalam kosmetik tersebut di antaranya adalah asam retinoat yang dapat menyebabkan iritasi kulit hingga teratogenik bagi janin, deksametason yang dapat menyebabkan dermatitis, jerawat dan gangguan hormonal, serta hidrokonik dan merkuri yang dapat menyebabkan perubahan warna kulit permanen dan iritasi.

Tidak hanya itu, merkuri bahkan dapat mengakibatkan kerusakan organ seperti ginjal. Kemudian, senyawa 1,4-dioksan dan pewarna merah K10 berpotensi memicu kanker. Selain itu, pewarna merah K10 juga dapat mengganggu fungsi hati.

“Produk kosmetik yang beredar wajib memenuhi standar keamanan, kemanfaatan, dan mutu. Tidak ada toleransi bagi penggunaan bahan berbahaya yang dapat membahayakan kesehatan masyarakat,” kata Taruna dalam keterangan pers dilansir Jumat (8/5/2026).

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Status Mualaf Richard Lee Jadi Bahasan di Sidang Perdana Kasus Kosmetik Ilegal

57 tahun lalu

Bos Estee Lauder Kendal Ascher Meninggal Dunia usai Filler, Dokter Jelaskan Penyebabnya!

57 tahun lalu

Tragis! Bos Estée Lauder Kendal Ascher Meninggal Dunia usai Suntik Filler

57 tahun lalu

Berkas Lengkap, Richard Lee Segera Disidang Kasus Perlindungan Konsumen Kosmetik

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal