Bahkan menurutnya, hampir semua lini sudah terkena virus radikalisme yang ingin menggantikan ideologi Pancasila dengan ideologi yang lain melalui ruang digital.
“Dalam sejarah kita dapat belajar Ideologi Pancasila tidak hanya menjadi falsafah, tetapi juga menjadi alat pemersatu. Pancasila menjadi dasar dari segala dasar dan sumber dari segala sumber,” tuturnya.
Lanjutnya, orang Indonesia yang mengakui hidup di bumi Indonesia, maka ideologinya harus Pancasila dan menjadikan Pancasila sebagai living ideologi.
Dia menyebut, Presiden Jokowi mengatakan pada 1 Juni di Ende bahwa, Pancasila harus menjadi living dan working ideologi. ASN harus menghayati ideologi Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dengan menghormati perbedaan agama, multikultur, solidaritas, dan gotong royong.
Benny Susetyo juga mengatakan, sebagai ASN kita diminta menjadi pelayan publik secara totalitas, tidak menghambat serta tidak mengenal waktu dan batas.