Faisal merinci, pada periode 1-10 Maret 2026, hujan ringan hingga sedang masih dominan, dengan peluang hujan lebat di Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Papua Tengah, dan Papua. Kemudian, pada 11-20 Maret dan 21–30 Maret 2026, cuaca relatif serupa, didominasi hujan ringan hingga sedang.
Dia menegaskan, prakiraan akan terus diperbarui berdasarkan analisis dan data terkini. BMKG juga memaparkan bahwa pada Maret 2026, potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus (CB) perlu diwaspadai di kawasan Sumatera Barat, Samudra Hindia, Kalimantan, Sulawesi, NTT, Maluku, Papua hingga Pasifik Utara.
“Dampak yang dapat ditimbulkan antara lain turbulensi dan petir pada rute penerbangan, serta hujan lebat, badai guntur, wind gust, dan wind shear di area bandara (aerodrome),” ujarnya.
Selain itu, Faisal juga mengingatkan potensi banjir rob pada Maret 2026 akibat kombinasi fase Bulan Baru pada 19 Maret 2026 dan fase Perigee pada 22 Maret 2026 yang dapat meningkatkan ketinggian pasang air laut.
“Wilayah pesisir Indonesia diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi genangan,” ucapnya.
Secara umum, Faisal mengatakan bahwa pihaknya memprakirakan kondisi cuaca pada periode Hari Raya dan Libur Idulfitri 2026 relatif kondusif dan tidak berpotensi menimbulkan gangguan berskala besar terhadap kelancaran transportasi dan mobilitas masyarakat.
“Namun demikian, potensi hujan di sejumlah wilayah tetap perlu diwaspadai,” tuturnya.