“Dan tentunya dengan sesar-sesar aktif ini biasanya tidak memicu aktivitas sesar di sekitarnya ya. Jadi, misalkan nanti memicu sesar di sekitarnya bukan berarti nanti akan memicu gempa yang lebih besar, tentunya nanti hanya memicu gempa-gempa kecil saja," kata dia.
Dia memastikan bahwa pihaknya akan terus memonitor dan mengevaluasi distribusi aktivitas gempa susulan.
“Nanti kita bisa lihat, kita bisa petakan secara spasial apakah arahnya tetap di pusat gempa itu sendiri atau nanti yang akan menyebar ke wilayah di Sesar Ampana ataukah ke Sesar Palu-Koro," kata dia.
“Akan terus kita monitor terus-menerus, bukan hanya 24 jam ini saja tapi nanti terus-menerus kita pantau sampai nanti kita dapatkan hasil seluruhnya sampai kondisinya stabil lagi,” ucapnya.
Wijayanto menegaskan bahwa gempa M6,7 kali ini akibat aktivitas sesar Sausu bukan segmen Palu-Koro seperti gempa di tahun 2018 lalu.
“Dan segmen Sausu ini sudah terpetakan, jadi bukan sesar baru. Ini sudah terpetakan, sudah ada dokumennya dalam buku PUSGEN 2024. Jadi memang ini beberapa ada beberapa sesar aktif di Palu-Koro. Jadi ini bukan sesar baru,” ucapnya.