Biografi KH Masykur, Ulama Pejuang Kemerdekaan Komandan Laskar Sabilillah

Luthfi Fahmi Amali Umar
Berikut biografi KH Masykur, ulama pejuang kemerdekaan yang mengomandoi Laskar Sabilillah. (Foto: Perpusnas.go.id)

Dia tercatat bersekolah di beberapa pesantren di Jawa Timur sepulang dari Makkah dan Madinah. Beberapa pesantren yang menjadi tempatnya menimba ilmu antara lain Pondok Pesantren Bungkuk yang dipimpin oleh KH Nachrowi Thohir, Pesantren Sono di Buduran, Sidoarjo, dan Pesantren Siwalan di Panji, Sidoarjo. Dia mendalami ilmu nahwu sharaf.

KH Masykur sangat tekun dalam mengejar ilmu. Selama 4 tahun, dia menempuh pendidikan di Pesantren Siwalan Panci, Jawa Timur, dan kemudian melanjutkan studinya di Pesantren Tebuireng selama kurang lebih 2 tahun. 

Dia juga menimba ilmu di Pesantren KH Khalil Bangkalan, Madura, selama 1 tahun, dan berkuliah di Madrasah Mamba'ul Ulum Jamsaren, Solo, selama 7 tahun.

Pendidikan dia juga melintasi berbagai wilayah di Indonesia. Di Jawa Barat, dia menempuh pendidikan di Pesantren Ngamplang, Garut, selama 2 tahun. 

Semangat dia dalam mengejar ilmu sangat mengesankan dan keberhasilan dalam menyelesaikan pendidikan dari berbagai pesantren ternama di Indonesia menunjukkan dedikasi dan ketekunan dia.

Peran dalam Perjuangan Kemerdekaan

Selama masa penjajahan Jepang, KH Masykur bergabung dengan Pembela Tanah Air (PETA), organisasi paramiliter yang dibentuk oleh pemerintah Dai Nippon. PETA kemudian menjadi salah satu unsur utama yang membentuk Tentara Nasional Indonesia (TNI). 

KH Masykur aktif terlibat dalam perjuangan melawan penjajahan. Saat itu dia juga terlibat dalam berbagai gerakan perjuangan dengan mengomandoi Laskar Sabilillah bersama Laskar Hizbullah yang terlibat dalam Pertempuran Surabaya pada 10 November 1945.

Saat Indonesia merdeka dan menghadapi ancaman Agresi Militer Belanda, KH Masykur terlibat dalam perjuangan bersama dengan TNI dalam menjaga kemerdekaan Indonesia. Keandalan dia dalam berbagai bidang, baik ilmu agama maupun kemiliteran, membuatnya menjadi salah satu tokoh yang sangat dihormati dalam perjuangan tersebut.

Editor : Rizky Agustian
Artikel Terkait
Nasional
28 hari lalu

Soto Banjar hingga Nasi Mandi Jadi Hidangan Bukber Prabowo bareng Ulama di Istana

Nasional
29 hari lalu

Inisiatif Prabowo Jadi Mediator Perang AS-Israel Vs Iran Dapat Dukungan Negara Timur Tengah

Nasional
29 hari lalu

Mamah Dedeh usai Buka Puasa di Istana: Prabowo Bicara Peperangan Luar Negeri

Nasional
30 hari lalu

Prabowo Undang Ulama ke Istana Hari Ini, Bahas Perang AS-Israel vs Iran?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal