Karya-karya Chairil Anwar merupakan peninggalan sastra yang berharga bagi bangsa Indonesia. Karya-karyanya mengandung makna filosofis yang mendalam, serta keindahan bahasa yang memukau.
Beberapa karya terkenal dari Chairil Anwar antara lain “Aku”, “Di Tepi Kali”, “Krawang-Bekasi”, “Jangan Pernah Kau Lupa”, dan “Buru Island”. Melalui karya-karyanya, Chairil Anwar berhasil menginspirasi banyak penulis dan penyair muda di Indonesia.
Ia juga menunjukkan kecintaannya terhadap Tanah Air dengan menulis puisi-puisi patriotik yang menggugah semangat perjuangan.
Chairil menulis sajak "Persetujuan dengan Bung Karno", yang merefleksikan dukungannya pada Bung Karno untuk terus mempertahankan proklamasi 17 Agustus 1945.
Bahkan sajaknya yang berjudul "Aku" dan "Diponegoro" juga banyak diapresiasi orang sebagai sajak perjuangan. Kata Aku binatang jalang dalam sajak Aku, diapresiasi sebagai dorongan kata hati rakyat Indonesia untuk bebas merdeka.