“Pada dasarnya kalau saya boleh mengatakan harusnya likuiditas terhadap dolar yang dibutuhkan oleh money changer atau KUPVA saat ini harusnya ada, dan Bank Indonesia juga kan meyakinkan ya bahwa likuiditasnya itu pasti ada gitu,” tegas Ruth.
Saat ini, Bank Indonesia terus mengerahkan bauran instrumen intervensi guna menstabilkan nilai tukar Rupiah agar tidak melemah berkepanjangan.
Bersamaan dengan langkah moneter tersebut, Ruth meminta komitmen dari seluruh pihak untuk ikut meredam sentimen negatif di masyarakat.
Pembelian dolar AS disarankan tetap mengacu pada kalender kebutuhan riil, bukan atas dasar kepanikan psikologis.
“Jadi kalau kamu masih butuhnya nanti, enggak usah kamu beli sekarang,” pungkas Ruth.