“Ya!” sahut mereka sambil bertepuk tangan.
Nanik memahami selama ini para Pengawas Gizi pusing saat menyusun menu yang sesuai dengan anggaran Rp10.000 untuk satu porsi MBG.
“Saya tahu, kalian pusing setiap hari, Rp10.000 dijembreng ke sana di jembreng sini. Belum lagi menghadapi mitra yang nakal. Ya, kan?” kata Nanik yang disambut tepuk tangan dan teriakan setuju para peserta sosialisasi.
Dengan lugas, Nanik kemudian menjabarkan praktik-praktik kenakalan Mitra SPPG yang sering kali tidak memenuhi permintaan bahan baku sesuai dengan rencana menu yang disusun Pengawas Gizi hari itu.
“Mintanya ini, kamu dikasihnya yang itu, minta yang itu, dikasihnya yang lain,” kata Nanik.
“Tenang. Sekarang apa-apa sudah ada suspend, tanpa insentif. Nah, kalau dia nggak nurut sama kalian, dan bikin menu suka-suka dia, kita suspend nanti tapi tanpa insentif. Karena ini adalah termasuk melakukan, dalam tanda kutip, korupsi. Kita tidak ampuni kalau yang seperti ini. Karena mereka sudah memperoleh uang insentif, jadi uang belanja tidak boleh diganggu-ganggu,” imbuhnya.