"Meskipun berbagai upaya medis telah dilakukan secara optimal, almarhum dinyatakan meninggal dunia pada 26 Juni 2026 pukul 00.28 WIB," ujarnya.
Rico mengatakan, sebelum mengikuti program, Rifki telah melalui tahapan seleksi sesuai ketentuan yang berlaku termasuk pemeriksaan kesehatan dan dinyatakan memenuhi persyaratan untuk mengikuti pendidikan.
Dengan kejadian tersebut, Kemhan bersama Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) dan penyelenggara pendidikan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Program SPPI.
"Langkah-langkah yang dilakukan meliputi penguatan proses seleksi kesehatan, deteksi dini kondisi medis peserta, peningkatan pengawasan oleh tenaga kesehatan selama pendidikan, penelusuran (tracing) terhadap peserta yang memiliki keluhan serupa, serta penyempurnaan prosedur penanganan kesehatan di seluruh satuan pendidikan," kata Rico.
Sebelumnya, Kemhan mengonfirmasi tiga peserta pendidikan dasar militer Program SPPI meninggal dunia. Pada 17 dan 18 Juni 2026, peserta bernama Anisa Muyassaroh dan Yonanda Muhammad Taufiq meninggal dunia.