“Peristiwa penyerangan terjadi di Kampung Sori, Distrik Aifat, Kabupaten Maybrat, sehingga mengakibatkan putra terbaik bangsa 3 orang yang kena tembak, lalu 2 yang sudah gugur, 1 lagi dirawat di Rumah Sakit Angkatan Laut Kota Sorong,” kata Karel.
Dia juga berharap pendekatan dialog dapat membuka peluang rekonsiliasi dengan kelompok yang berseberangan.
“Dengan harapan pendekatan-pendekatan ini kita lakukan sehingga saudara-saudara kita yang berseberangan ideologi dengan kita agar supaya mereka bisa turun gunung lain-lain sehingga bisa bergabung dengan kita untuk melaksanakan penyelenggaraan pemerintahan di berbagai aspek,” ucapnya.
Di sisi lain, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) OPM mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.
“Selain tiga anggota TNI menjadi korban penembakan, 2 pucuk senjata dan logistik militer Indonesia telah disita oleh TPNPB Kodap IV Sorong Raya di bawah pimpinan Brigjend Denny Moos,” katanta.
Hingga kini, aparat keamanan masih melakukan pendalaman dan pengamanan wilayah untuk memastikan kondisi tetap kondusif