“Saat ini fokus utama kami adalah memberikan penghormatan terakhir yang layak kepada para patriot negara, serta memastikan seluruh hak-hak almarhum dan keluarga yang ditinggalkan terpenuhi dengan baik,” kata Laksma Tunggul.
Seluruh rangkaian upacara dilaksanakan secara militer dengan tertib dan penuh penghormatan sebagai wujud penghargaan atas pengabdian prajurit.
“Kepergian keduanya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Korps Marinir, namun juga menjadi teladan akan semangat pengabdian, keberanian, dan kesetiaan seorang prajurit dalam menjaga kehormatan serta kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya.
Insiden penyerangan terhadap prajurit TNI terjadi di Kampung Sori, Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat pada Minggu (22/3/2026) pagi. Dalam peristiwa tersebut, tiga prajurit menjadi korban, dua di antaranya gugur dan satu lainnya masih dirawat di Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Kota Sorong.
Bupati Maybrat, Karel Murafer menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah mengambil langkah cepat untuk meredam situasi pascakejadian.