Bea Keluar Batu Bara Diproyeksi Sumbang Rp24-25 Triliun per Tahun Mulai 2026

Anggie Ariesta
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berencana menerapkan bea keluar batu bara mulai tahun depan. (Foto: iNews.id/Aldhi)

Selain China dan India, APBI mencatat potensi pertumbuhan ekspor juga datang dari negara-negara Asia Tenggara seperti Vietnam dan Filipina.

APBI menargetkan produksi batu bara nasional 2025 berada di kisaran 740 juta ton, turun signifikan dibandingkan realisasi produksi 2024 yang mencapai 836 juta ton. Hingga Oktober 2025, produksi telah mencapai 661,16 juta ton, atau sekitar 89,9 persen dari target.

Sementara itu, ekspor batu bara tahun ini diperkirakan mencapai 500 juta ton, dengan realisasi hingga Oktober 2025 sebesar 418 juta ton.

Meski peluang ekspor masih terbuka, APBI menegaskan komitmen anggotanya dalam memenuhi Domestic Market Obligation (DMO) tetap menjadi prioritas utama.

“Pemenuhan pasokan batu bara untuk kebutuhan dalam negeri, khususnya sektor ketenagalistrikan, tetap menjadi prioritas untuk menjaga ketahanan energi nasional,” kata Priyadi.

Dengan prospek ekspor yang masih solid dan kebijakan bea keluar yang tengah disiapkan pemerintah, sektor batu bara diproyeksikan tetap menjadi kontributor penting bagi penerimaan negara dalam beberapa tahun ke depan.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
4 hari lalu

Utang Luar Negeri RI Naik Jadi 444,4 Miliar Dolar AS, Purbaya Sebut Masih Aman

4 hari lalu

Kopdes Merah Putih Dapat Pinjaman Rp3 Miliar, Purbaya Yakin Minim Risiko Gagal Bayar

4 hari lalu

Sidang Perdana Pejabat Bea Cukai Budiman Bayu di Kasus Impor Barang Digelar 28 Juli

4 hari lalu

Purbaya Belum Mau Hapus Pajak JHT, Ada Apa?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal