Basarnas Ungkap Penyebab 14 Korban Tewas Kecelakaan Kereta: Semua karena Terjepit

Putranegara Batubara
Korban meninggal dalam kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur semua karena terjepit. (Foto: iNews.id/Aldhi Candra)

"Sama-sama kita tahu pada saat dua kereta berbenturan dari situ kita sama-sama melihat bahwa lokomotif bisa sampai masuk ke satu gerbong komuter," ungkapnya.

"Pada saat itu memang ada 5 korban yang masih dalam kondisi terjepit dan harus kita laksanakan kegiatan restriksi atau ekstrikasi sehingga korban bisa kita selamatkan," sambung Syafii.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin sebelumnya menyebut jumlah korban secara keseluruhan ada 14 meninggal dunia dan 84 korban luka. Saat ini, PT KAI masih membuka posko darurat selama 14 hari ke depan di dua stasiun yakni di Stasiun Gambir dan di Stasiun Bekasi Timur.

Sementara untuk operasional KRL di Stasiun Bekasi Timur saat ini masih belum dibuka. PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI memastikan seluruh korban dalam insiden tersebut mendapatkan penanganan maksimal.

Korban luka telah mendapat perawatan di sejumlah rumah sakit di antaranya RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kebakaran di Sekitar Rel Padam, KRL Tanah Abang-Duri Kembali Beroperasi Normal

57 tahun lalu

Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Terlambat Pagi Ini Imbas Kebakaran Dekat Rel

57 tahun lalu

KRL Tangerang Gangguan, Gerbong Dilaporkan Keluarkan Asap hingga Lampu Mati

57 tahun lalu

Menhub Ungkap Kecelakaan KRL di Bekasi Timur Terjadi 4 Menit usai Taksi Mogok

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal