Adapun stok CPP dalam bentuk jagung pakan per 8 Juli masih terdapat sebanyak 188 ribu ton. Stok jagung pakan ini disalurkan untuk peternak unggas melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan harga yang lebih ekonomis.
Selanjutnya, stok CPP dalam bentuk minyak goreng 1,1 ribu kiloliter yang dikelola Perum Bulog dan ID Food. CPP gula konsumsi masih ada sekitar 2,79 ribu ton yang juga ada di Bulog dan ID Food. CPP dalam bentuk daging ayam ada 38 ton di ID Food.
Sementara untuk komoditas yang sifatnya perishable atau mudah membusuk atau mudah rusak, seperti cabai, bawang merah, dan telur ayam ras, Bapanas optimis mampu ditopang dari produksi pangan dalam negeri secara reguler. Hal ini karena adanya surplus produksi terhadap kebutuhan konsumsi yang cukup tinggi selama setahun.
Melansir dari Proyeksi Neraca Pangan yang diolah Bapanas, untuk cabai besar memiliki perkiraan produksi setahun ini di angka 1,51 juta ton dengan kebutuhan konsumsi setahun 929,27 ribu ton. Untuk cabai rawit produksinya bisa mencapai 1,5 juta ton dengan kebutuhan konsumsinya 913,61 ribu ton.
Untuk bawang merah produksinya setahun ini dapat mencapai 1,32 juta ton dengan kebutuhan konsumsi setahun 1,25 juta ton. Telur ayam ras produksi setahun di 6,98 juta ton dengan kebutuhan konsumsi 6,47 juta ton. Daging ayam ras produksinya 4,89 juta ton dengan kebutuhan konsumsi 4,02 juta ton.