“Jika diver sudah melihat langsung objek di lokasi, maka tahap berikutnya adalah penyusunan rencana pengangkatan,” katanya.
Tim penyelam yang telah lolos uji kesehatan disiagakan untuk turun ke lokasi. Namun, mereka masih menunggu data lengkap soal kontur dasar laut dan arus bawah laut, demi menjaga keselamatan tim.
“Operasi penyelaman baru bisa dilakukan setelah kami memiliki data lengkap tentang kontur dasar laut dan arus perairan,” kata Ribut.
Apabila objek yang ditemukan benar merupakan KMP Tunu Pratama Jaya, Basarnas akan melapor ke pemerintah pusat untuk mengajukan waktu tambahan operasi SAR dan rencana pengangkatan bangkai kapal sesuai regulasi IMO.
“Kami akan melapor ke pemerintah pusat untuk menambah waktu operasi SAR guna dilakukan pengangkatan kapal sesuai IMO regulation,” ucapnya.