Untuk meningkatkan keamanan penggunaan CNG dengan ukuran 3 kg, ujar Bahlil, setiap tabung bakal dipasang semacam katup untuk mengatur gas keluar. Sehingga diperkirakan mampu menekan risiko ledakan akibat tekanan yang lebih besar ketimbang gas elpiji.
Bahlil menyebut, desain tabung CNG ukuran 3 kg juga akan disesuaikan untuk kebutuhan rumah tangga sehingga masyarakat tidak perlu mengganti kompor yang sebelumnya menggunakan gas elpiji 3 kg.
"Untuk rakyat kita di bawah yang menggunakan subsidi, itu harus pakai tabung yang 3 kg. Tekanannya itu 200 sampai 250 bar. Nah ini yang kita sekarang lagi uji coba dia pakai katup. Ini yang kita coba. Nanti kompornya tidak perlu diganti," kata Bahlil.
"Nah kalau ini mampu kita lakukan Bapak-Ibu semua, berarti kita bisa menahan impor elpiji. Tapi untuk daerah-daerah tertentu masih butuh elpiji," pungkasnya.