Bahlil: Saya Menteri yang Tak Suka Impor, karena Pasti Ada Rente!

Iqbal Dwi Purnama
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan sebagai menteri yang tidak menyukai impor untuk pengadaan dan pemenuhan kebutuhan energi di dalam negeri. (Foto: Kementerian ESDM)

Namun, produksi dalam negeri relatif stagnan di kisaran 14,2 juta KL per tahun, sehingga kenaikan kebutuhan harus ditutup melalui impor. Pada 2021, produksi bensin domestik mencapai 14,59 juta KL, sementara impor sebesar 18,31 juta KL. 

Memasuki 2025, kebutuhan nasional diperkirakan mencapai 37,3 juta KL, dengan produksi hanya 14,27 juta KL dan impor meningkat menjadi 23,03 juta KL.

Tren ini berlanjut hingga 2030, ketika impor diproyeksikan mencapai 27,83 juta KL, hampir dua kali lipat dibandingkan produksi domestik yang tetap sekitar 14,27 juta KL. Upaya pemerintah untuk menekan impor tersebut dengan mencampurkan BBM dengan etanol, yang kemudian disebut E10. 

"Jadi, cara untuk membuat tidak ada lagi kecurigaan adalah stop impor. Makanya produksi dalam negeri harus ditingkatkan," tuturnya. 

Dia mengaku, ketika mandatory bahan bakar campuran etanol sampai dengan angka 20 persen, maka diproyeksikan impor Indonesia berkurang hingga 4 juta kilo liter per tahun untuk pemenuhan BBM di dalam negeri. 

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Dasco Telepon Nanik dan Bahlil saat Terima Mahasiswa di DPR, Sampaikan Aspirasi MBG-BBM

57 tahun lalu

Bahlil Buka Opsi Revisi Harga Batu Bara PLN di Tengah Kendala Pasokan

57 tahun lalu

RI Tak Lagi Bergantung pada Minyak Timur Tengah, Bahlil: Sudah Kontrak dengan Negara Lain

57 tahun lalu

Bahlil bakal Hidupkan Lagi Program Kompor Listrik, Siapkan Anggaran Rp815,56 Miliar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal