JAKARTA, iNews.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjamin harga BBM bersubsidi tidak akan naik hingga Hari Raya Idulfitri 1447 H mendatang. Kepastian itu disampaikan di tengah konflik Timur Tengah yang mengerek harga minyak dunia.
Bahlil menjelaskan, harga minyak dunia dalam asumsi APBN sebesar 70 dolar AS per barel. Sementara harga minyak dunia sudah melonjak ke level 80-81 dolar AS per barel atau melampaui target.
Dia mengatakan selisih harga tersebut akan ditanggung oleh APBN agar harga jual di pasar untuk produk BBM bersubsidi tidak berubah.
"Untuk harga BBM subsidi, saya pastikan bahwa sampai dengan hari raya tidak ada kenaikan apa-apa. Kami sudah melakukan rapat dengan Dewan Energi Nasional (DEN), dan kami sudah mengantisipasi bahwa stok BBM kita untuk menjelang Lebaran," ujar Bahlil di Istana Negara Jakarta, Rabu (4/3/2026).
Kendati demikian, Bahlil mengatakan harga BBM nonsubsidi akan mengikuti fluktuasi harga minyak dunia. Naik atau turunnya harga minyak mentah dunia akan menentukan harga BBM nonsubsidi di pasar.
"Sekali pun ada terjadi kenaikan harga minyak akibat perang Israel, Amerika, dan Iran, tetapi kalau untuk harga BBM yang nonsubsidi itu memang mekanisme pasar," kata dia.