Bagaimana Proses Pemilihan Paus Dilakukan? Simak Tahapan dari Konklaf hingga Asap Putih

Komaruddin Bagja
Bagaimana Proses Pemilihan Paus Dilakukan (Foto: AP)

4. Penghitungan dan Mayoritas Suara

Suara dihitung secara teliti oleh para pengawas yang ditunjuk. Untuk bisa terpilih menjadi Paus, seorang kandidat harus memperoleh suara dua pertiga plus satu dari jumlah Kardinal yang memberikan suara. Jika tidak ada kandidat yang mencapai mayoritas ini, pemungutan suara akan diulang. Proses ini dapat berlangsung selama beberapa hari hingga ada yang terpilih.

5. Asap Hitam dan Asap Putih

Setelah setiap putaran pemungutan suara, surat suara dibakar. Jika belum ada Paus yang terpilih, surat suara dibakar bersama bahan kimia yang menghasilkan asap hitam sebagai tanda kegagalan pemilihan. Sebaliknya, jika seorang Paus baru telah terpilih, surat suara dibakar dengan bahan kimia yang menghasilkan asap putih, menandakan keberhasilan konklaf dan terpilihnya Paus baru.

6. Pengumuman dan Penerimaan Paus Baru

Setelah terpilih, Kardinal Dekan akan bertanya kepada kandidat terpilih apakah ia menerima jabatan sebagai Paus. Jika menerima, ia akan memilih nama kepausan yang akan digunakannya.

Paus baru kemudian mengenakan jubah putih dan muncul di balkon Basilika Santo Petrus untuk mengumumkan diri kepada umat Katolik dan dunia dengan kalimat legendaris: "Habemus Papam!" yang berarti "Kami memiliki Paus!".

Proses pemilihan Paus adalah perpaduan antara tradisi kuno, ritual sakral, dan aturan ketat yang bertujuan untuk menjaga kesucian dan integritas pemilihan pemimpin tertinggi Gereja Katolik. Dengan mengetahui bagaimana proses ini dilakukan, umat Katolik dan masyarakat umum dapat lebih memahami makna dan pentingnya setiap tahapan dalam memilih Paus baru.

Bagaimana proses pemilihan Paus dilakukan merupakan gambaran dari tradisi panjang dan sakral yang menjadi fondasi pemilihan pemimpin tertinggi Gereja Katolik. Proses ini tidak hanya mencerminkan kedalaman spiritual dan komitmen para Kardinal, tetapi juga menunjukkan betapa pentingnya menjaga kesucian dan integritas dalam menentukan sosok yang akan memimpin umat Katolik di seluruh dunia. Dengan memahami setiap tahapan dalam proses ini, kita dapat lebih menghargai makna dan nilai dari pemilihan Paus, yang bukan sekadar ritual, melainkan sebuah momen bersejarah penuh harapan bagi masa depan Gereja Katolik.

Editor : Komaruddin Bagja
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Butet Kartaredjasa Serahkan Lukisan Jalan Salib Versi Jawa ke Paus Leo XIV di Vatikan

57 tahun lalu

Vatikan Tolak Gabung Board of Peace Bentukan Trump, AS Kecewa

57 tahun lalu

Paus Leo XIV Tegaskan Vatikan Tolak Gabung Board of Peace

57 tahun lalu

Mobil Mendiang Paus Fransiskus Disulap Jadi Klinik untuk Bantu Anak-Anak Gaza

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal