Bagaimana Proses Pemilihan Paus Dilakukan? Simak Tahapan dari Konklaf hingga Asap Putih

Komaruddin Bagja
Bagaimana Proses Pemilihan Paus Dilakukan (Foto: AP)

JAKARTA, iNews.id -  Bagaimana proses pemilihan Paus dilakukan menjadi salah satu pertanyaan yang paling menarik dan penuh misteri bagi banyak orang di seluruh dunia. Sebagai pemimpin tertinggi Gereja Katolik, Paus memiliki peran penting dalam membimbing jutaan umat Katolik secara spiritual dan moral. 
Oleh karena itu, proses pemilihan Paus tidak hanya melibatkan ritual dan tradisi yang sakral, tetapi juga aturan ketat yang menjamin pemilihan berjalan secara adil, rahasia, dan penuh hikmat. 

Dalam tulisan ini, kita akan mengupas secara mendetail tahapan-tahapan yang dilalui dalam memilih Paus baru, mulai dari masa Sede Vacante, konklaf, hingga pengumuman resmi Paus terpilih kepada dunia.

Bagaimana Proses Pemilihan Paus Dilakukan?

1. Masa Sede Vacante dan Persiapan Konklaf

Setelah Paus meninggal dunia atau mengundurkan diri, Gereja Katolik memasuki masa yang disebut Sede Vacante atau "tahta kosong". Pada masa ini, tidak ada Paus yang memimpin, dan administrasi sehari-hari Vatikan dipegang oleh Kardinal Camerlengo. Seluruh Kardinal yang berusia di bawah 80 tahun diundang untuk berkumpul di Vatikan guna memulai proses pemilihan Paus baru. Mereka mengikuti serangkaian pertemuan yang disebut congregations untuk membahas kondisi Gereja dan mempersiapkan konklaf.

2. Konklaf di Kapel Sistina

Konklaf adalah pertemuan tertutup para Kardinal untuk memilih Paus baru. Konklaf berlangsung di Kapel Sistina, sebuah ruang suci di Istana Apostolik Vatikan. Para Kardinal yang berpartisipasi akan dikurung di dalam kapel dan area sekitarnya selama proses pemilihan berlangsung, tanpa kontak dengan dunia luar. Hal ini dilakukan untuk menjaga kerahasiaan dan meminimalisir pengaruh eksternal. Setiap Kardinal bersumpah untuk menjaga rahasia proses pemilihan dengan sangat ketat.

3. Pemungutan Suara

Para Kardinal menuliskan nama kandidat pilihan mereka pada kertas suara dengan tulisan Latin Eligo in summum pontificem yang berarti "Saya memilih sebagai Paus tertinggi". Setelah menuliskan nama, kertas suara dimasukkan ke dalam kotak suara yang disediakan. Sebelum memberikan suara, setiap Kardinal mengucapkan sumpah agar pilihannya benar-benar sesuai dengan kehendak Tuhan dan demi kebaikan Gereja.

Editor : Komaruddin Bagja
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Butet Kartaredjasa Serahkan Lukisan Jalan Salib Versi Jawa ke Paus Leo XIV di Vatikan

57 tahun lalu

Vatikan Tolak Gabung Board of Peace Bentukan Trump, AS Kecewa

57 tahun lalu

Paus Leo XIV Tegaskan Vatikan Tolak Gabung Board of Peace

57 tahun lalu

Mobil Mendiang Paus Fransiskus Disulap Jadi Klinik untuk Bantu Anak-Anak Gaza

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal