Amnesty International Sebut Indonesia Tak Layak Miliki Kebijakan Zero Impunity

Agung Bakti Sarasa
Deputi Direktur Amnesty International Indonesia, Wirya Adiwena menilai pemerintah tidak layak memiliki kebijakan zero impunity. (Foto: Istimewa)

Wirya menegaskan pernyataan pemerintah itu tidak layak diucapkan. Terutama, ketika Indonesia menegaskan punya kebijakan nol impunitas.

"Saat ada bagian dari pemerintahan yang diberi kepercayaan untuk memegang senjata dengan tujuan untuk melindungi rakyatnya, kalau hanya ada satu saja pembunuhan di luar hukum yang dilakukan oleh aparat keamanan itu sudah salah yang sangat besar," tegasnya.

Berdasarkan catatan yang dimilikinya, ada 65 kasus pembunuhan di luar hukum yang terjadi sejak Januari 2018 hingga Mei 2023.

"Dalam catatan Amnesty dari Januri 2018 sampai Mei 2023 ada sekitar 65 kasus pembunuhan di luar hukum dengan 106 korban. Belum kita tarik ke monitoring yang sebelumnya. Seingat saya sebelumnya dari 2018 pun sudah ratusan kasus yang kami catat," katanya.

"Jadinya tidak layak sama sekali untuk mengerdilkan jumlah pembunuhan di luar hukum yang dilakukan oleh aparat bersenjata negara. Tidak layak kalimat itu disandangkan dengan pernyataan bahwa pemerintah memiliki strike police of zero impunity," ujarnya.

Editor : Rizky Agustian
Artikel Terkait
Nasional
21 hari lalu

Survei Pakar: Palestina Merdeka Jadi Jimat Diplomasi Indonesia

Nasional
1 bulan lalu

Prabowo di Hadapan Pebisnis AS: 3 Bulan Pertama, Pemerintahan Saya Hemat Rp303 Triliun

Nasional
5 bulan lalu

Menag Ajak Masyarakat Bersyukur Tinggal di Indonesia: Dikasih MBG, Ada Sekolah Gratis

Nasional
11 bulan lalu

Amnesty Sebut Penangkapan Mahasiswi ITB Otoriter: Kriminalisasi Kebebasan Berekspresi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal