"Di tengah kebutuhan mendasar masyarakat, perhatian justru tersedot pada isu yang tidak menjadi urgensi utama," ucapnya.
"Sementara itu, Program Makan Bergizi Gratis yang berdampak langsung pada gizi dan kesejahteraan masyarakat justru menjadi sasaran penolakan, meski perbaikan tata kelola tetap diperlukan," katanya.
Kedua, BEM Bersatu melihat adanya indikasi kuat keterlibatan aktor politik praktis dalam demo belakang ini. Mereka menyoroti eks ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto yang diduga memiliki kedekatan dengan jaringan politik tertentu.
"Mobil Fortuner yang digunakannya (Tiyo) diduga terdaftar atas nama Siti Nuraeni, adik Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso, yang merupakan besan Jenderal TNI (Purn) Andhika Perkasa, tokoh tim pemenangan Ganjar Pranowo pada Pilpres 2024. Dugaan ini diperkuat kehadiran politisi PDI Perjuangan, Andi Widjajanto, di tengah massa aksi," katanya.
Ketiga, BEM Bersatu secara tegas menolak narasi krisis yang tidak berbasis data utuh dalam penyampaian pendapat.
Sebab, hal tersebut berpotensi mengalihkan fokus publik dari agenda penting, termasuk pemberantasan korupsi berskala besar yang sedang berjalan.
"Keempat, kami menyayangkan dugaan pemanfaatan aksi mahasiswa oleh pihak luar sebagaimana telah diklarifikasi sejumlah BEM, termasuk UNJ dan UNINDRA," ucapnya.