JAKARTA, iNews.id - Mantan Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin menyayangkan diskusi di Universitas Gadjah Mada (UGM) yang berujung kisruh. Selain itu, forum tersebut tidak menghasilkan kesimpulan dari kedua belah pihak.
Sebelumnya, acara diskusi bertajuk “Kopdar Bareng Mas Dar” yang menghadirkan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sudjatmiko, dan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid di UGM, berakhir kisruh, Senin (15/6/2026) malam, setelah sekelompok massa merangsek ke atas panggung.
Ketua DPP Partai Golkar itu menilai, peristiwa tersebut seharusnya dapat menjadi ruang dialog yang produktif antara mahasiswa dan para pejabat pemerintah yang hadir dalam forum tersebut.
“Sungguh saya sesalkan ya saya sesalkan acara itu bisa begitu bubar dengan tidak ada satu konklusi yang bisa didapatkan dari kedua belah pihak,” ujar Ngabalin dalam program Interupsi bertajuk 'Kisruh Diskusi UGM: Ruang Dialog atau Konflik?' yang disiarkan di iNews, Kamis (18/6/2026).
Dia menekankan, para pejabat yang hadir dalam forum tersebut merupakan sosok yang juga memiliki latar belakang aktivis, sehingga seharusnya komunikasi dapat terjalin lebih terbuka dan konstruktif.