Apalagi vaksinasi nasional saat ini memang sudah 30 persen untuk suntikan dosis kedua. Meski secara keseluruhan vaksinasi di Indonesia sendiri sudah mencapai 100 juta orang, dan dosis pertama sudah mencapai 70 juta lebih.
“Untuk itu prokes harus tetap dijaga karena salah satu cara memotong mata rantai itu dengan menjalankan prokes. Kita sekarang juga menggunakan tools digital yakni aplikasi Peduli Lindungi, terutama di Jawa dan Bali yang tingkat vaksinasinya lebih tinggi dibanding wilayah luar Jawa,” ucap Airlangga.
Airlangga juga menyatakan jika saat ini pembatasan di Indonesia belum dilepas. Indonesia yang merupakan negara kepulauan, maka saat traveling antar pula juga mempersyaratkan PCR test dengan ketat. Bahkan untuk penerbangan juga dipersyaratkan vaksinasi.
Untuk perjalanan internasional, Airlangga menekankan Indonesia masih sangat membatasi atau menutup.
Untuk sekolah yang dibuka adalah untuk wilayat PPKM level 3 ke bawah. Untuk PPKM Level 4 masih belum diperbolehkan untuk dibuka dan masih secara daring.