Ia menjelaskan bahwa jalur yang lebih panjang akan membuat kecepatan kereta cepat lebih optimal. Dengan kecepatan hingga 350 kilometer per jam, manfaatnya akan lebih terasa jika jarak tempuh mencapai 600 hingga 800 kilometer.
“Bisa dibayangkan kecepatan 350 km/jam, kalau jaraknya 600 km sampai dengan 800 km itu akan terasa betul kecepatannya, benefit-nya akan lebih dirasakan dibandingkan dengan jarak atau track yang lebih pendek. Karena begitu puncak kecepatan, setelah itu dia harus slow down lagi, harus mengurangi kecepatan karena persiapan berhenti di stasiun berikutnya," ungkapnya.
Sementara itu, pihaknya akan memprioritaskan penyelesaian persoalan utang proyek KCIC sebelum melanjutkan rencana pembangunan jalur kereta cepat hingga Surabaya.
“Sebaiknya kita pastikan dulu KCJB-nya tuntas, artinya solusinya sudah bisa diambil dengan baik baru setelah itu kita kembangkan berikutnya,” ujar AHY.