AHY menilai target tersebut realistis mengingat dalam beberapa tahun terakhir peringkat Bandara Soetta terus meningkat berkat berbagai transformasi pelayanan dan infrastruktur. Pemerintah kini menyiapkan langkah bertahap untuk meningkatkan kualitas pelayanan, digitalisasi, kenyamanan penumpang, konektivitas internasional, hingga pengalaman pengguna secara menyeluruh.
"Kita punya target yang bisa dikatakan ambisius, tetapi ada dasarnya. Saat ini kita berada di posisi 22 dunia. Dalam tiga tahun terakhir peringkat Soekarno-Hatta terus naik. Mudah-mudahan sampai tahun 2029 kita bisa masuk top ten dan mendapatkan rating lima bintang," kata Menko AHY.
Selain peningkatan kualitas layanan, pemerintah juga memperkuat konektivitas menuju kawasan bandara dan destinasi wisata melalui integrasi berbagai moda transportasi.
Salah satu terobosan yang tengah dipersiapkan ialah pengembangan water taxi di Bali sebagai alternatif transportasi dari dan menuju Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Langkah itu dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya saing pariwisata nasional.
Kehadiran water taxi diharapkan mampu mengurangi kemacetan, mempercepat mobilitas wisatawan, sekaligus memperkuat posisi Bali sebagai hub pariwisata internasional. Rencana tersebut juga didorong menjadi bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN).