dr Gia mengatakan, kesehatan sistem imun tidak hanya dipengaruhi oleh makanan yang dikonsumsi, tetapi juga gaya hidup sehari-hari. Kebiasaan begadang, stres, makan sembarangan, serta kurang mengonsumsi serat dapat mengganggu keseimbangan bakteri baik di usus.
“Begadang, stres, makan sembarangan, kurang serat. Karena pelan-pelan, gaya hidup seperti ini akhirnya mengganggu keseimbangan bakteri baik di usus,” ujarnya.
Dia menambahkan, ketika keseimbangan bakteri baik terganggu, daya tahan tubuh dapat menurun sehingga seseorang lebih mudah sakit atau merasa lemas. Oleh karena itu, menjaga kesehatan usus menjadi salah satu langkah penting untuk mempertahankan sistem imun.
Lebih lanjut, dr Gia menyarankan konsumsi probiotik sesuai kebutuhan untuk membantu menjaga keseimbangan mikrobiom usus. Dia menegaskan setiap jenis probiotik memiliki fungsi yang berbeda, salah satunya Lactobacillus reuteri DSM 17938 yang telah banyak diteliti secara klinis.
“Karena setiap probiotik punya jenis, fungsi dan manfaat yang berbeda-beda. Salah satu probiotik yang aman dikonsumsi adalah Lactobacillus reuteri DSM 17938. Probiotik ini termasuk bakteri baik yang sudah banyak diteliti secara klinis,” katanya.
Menurut dr Gia, probiotik tersebut banyak dibahas manfaatnya untuk membantu mengatasi berbagai gangguan pencernaan, seperti kolik, diare, sembelit, hingga gangguan pencernaan lainnya. Namun, dia mengingatkan bahwa menjaga kesehatan usus juga harus dibarengi dengan pola makan bergizi, asupan serat yang cukup, serta istirahat dan pengelolaan stres yang baik.