Atje Bastaman, seorang wartawan muda, juga memiliki peran penting dalam peristiwa Bandung Lautan Api. Ia menjadi saksi langsung proses pembakaran Bandung yang ia saksikan dari bukit Gunung Leutik di sekitar Pameungpeuk, Garut.
Kejadian itu kemudian ia tuliskan dalam edisi 26 Maret 1946 dari harian Suara Merdeka, yang membuat istilah "Bandung Lautan Api" terkenal.
Mayor Rukana adalah tokoh yang memberikan usulan penting untuk membakar Kota Bandung.
Awalnya, Inggris hanya meminta masyarakat Bandung untuk mengosongkan kota. Namun, Mayor Rukana merasa tidak rela melihat kotanya digunakan oleh pihak musuh, sehingga ia mengusulkan pembakaran Kota Bandung.
Selain dikenal sebagai pencipta lagu "Halo-halo Bandung", Ismail Marzuki juga merupakan salah satu orang yang mengungsi selama peristiwa Bandung Lautan Api. Bersama dengan istrinya, ia mengungsi untuk menghindari pendudukan tentara Inggris dan Belanda di Bandung.
Itulah enam tokoh yang terlibat peristiwa Bandung Lautan Api pada 23 Maret 1946.