Selain itu, AH Nasution juga memainkan peran penting dalam mengumumkan hasil musyawarah dari Majelis Persatuan Priangan dan membantu membawa masyarakat dan tentara menuju arah selatan.
Mohammad Toha, tokoh yang signifikan dalam peristiwa Bandung Lautan Api, terlibat dalam usaha meledakkan gudang mesiu dengan tujuan menghancurkan Bandung. Namun, dalam menjalankan tugas tersebut, ia ikut gugur akibat ledakan yang terjadi.
Pada saat itu, diketahui bahwa Belanda menyimpan gudang senjata dengan 18.000 ton bahan peledak dan ribuan senjata lainnya. Meskipun sudah dilarang oleh atasannya, Mohammad Toha tetap melaksanakan aksi pembakaran yang berhasil, namun nyawanya harus dikorbankan.
Sutan Sjahrir, yang pada saat peristiwa Bandung Lautan Api menjabat sebagai Perdana Menteri Republik Indonesia, juga merupakan tokoh penting dalam peristiwa tersebut.
Bersama dengan AH Nasution, Sutan Sjahrir merencanakan pembumihangusan Kota Bandung sebagai respons terhadap ultimatum yang diberikan oleh Inggris kepada masyarakat Bandung.