Ia juga pernah berpura-pura bersekutu dengan pihak Belanda sebagai cara untuk mengumpulkan persenjataan.
Teuku Umar dikenal sebagai pemimpin yang berani dan tegas dalam memimpin perang gerilya melawan penjajah.
Keteguhan hati dan semangat juangnya telah menginspirasi banyak orang untuk tidak menyerah dalam menghadapi penindasan.
Namun, nasib tragis menimpa Teuku Umar ketika ia terlibat dalam pertempuran melawan pasukan Belanda yang dipimpin oleh Jenderal Van Heutsz di Ujong Kalak, Meulaboh pada tanggal 11 Februari 1899, di mana ia gugur dalam pertempuran tersebut.
Cut Nyak Dhien adalah seorang Pahlawan Nasional yang lahir di Lampadang, Aceh Besar, pada tahun 1848. Ia bersama sang suami, Teuku Umar, dan rakyat Aceh melakukan perlawanan untuk mengusir para penjajah dari Tanah Rencong.